Pagi ini jalanan terlihat basah akibat hujan lebat semalam.
Mendung sekarang terlihat lebih menenangkan.
Bukan karena hatiku sedang pilu.
Senja sekarang tak seperti dulu.
Sudah terlalu banyak orang yang memujanya.
Aku jadi malas menikmatinya.
Rintik pun terlihat lebih syahdu.
Berdansa dibawah derasnya air mata langit membuatku lupa akan hiruk pikuk duniawi.
Termasuk kamu.
Senjaku yang telah kurelakan pergi.
Jangan khawatir aku tak akan kena pilek.
Cuaca seperti ini bisa jadi obat paling ajib.
Hujan yang melunturkan kesedihan.
Petir mengembalikan kesadaran.
Badai membisikkan sesuatu yang menggelitik.
Kau tau apa katanya?
Menantimu untuk menghiburku adalah sebuah kesia-sia-an.
Comments
Post a Comment